Well, I thought you're different.
March 2013
Mungkin ini hanya sebuah tulisan. Mungkin ini juga sebuah kiasan. Sebuah kemungkinan yang tertulis tanpa alasan. Mungkin aku hanya ingin menulis tanpa pesan. - M. F. Riphat
Tulang Punggung
Aku mempunyai rasa tarik menarik dengan tubuh bagian belakang wanita. Terutama mereka yang baru saja meniduri raga ini yang haus akan tubuh mereka sendiri - M. F. Riphat
Kamis, 07 Maret 2013
I thought you're different
proses pembakaran yang dilakukan oleh si
M. F. Riphat
hanya terjadi pada pukul
9:33 AM
Tidak ada komentar:
Pangeran yang suka menari di bulan
Sekali waktu ia menari di Bulan
Kadang menyiram tanaman
Tidak pernah bertemu pagi
Hanya menari dan menari
Menari di Bulan
Ia selalu menari sendiri
Tapi selalu ada selir menemani
Selir duduk dipinggir Bulan
Bersandar, memandang Pangeran
Jan 2013
Kadang menyiram tanaman
Tidak pernah bertemu pagi
Hanya menari dan menari
Menari di Bulan
Ia selalu menari sendiri
Tapi selalu ada selir menemani
Selir duduk dipinggir Bulan
Bersandar, memandang Pangeran
Jan 2013
proses pembakaran yang dilakukan oleh si
M. F. Riphat
hanya terjadi pada pukul
8:50 AM
Tidak ada komentar:
Sabtu, 08 Desember 2012
Tuhan bisa saja fana (atheism)
TUHAN? Ah, itu hanya akal-akalan manusia saja.
Satu manusia, satu Tuhan. Mereka punya perintah masing-masing akan apa yang akan dilakukan yang berarti mereka mempunyai full aturan dan kemauan sendiri baik dari lahir, sampai mati.
Bahkan bernapas pun menjadi suatu pilihan, bekerjanya organ tubuh? itu juga menjadi pilihan, mereka bisa kapan saja memberhentikannya. Semua hanya tentang kemauan. Suatu omong kosong yang diisi dengan omong kosong. IYA! kekosongan, pola pikir itu punya batas. berpikir saja terus, nanti juga berhenti.
Masih belum percaya juga kalau Tuhan itu hanya rekayasa manusia? Setiap saya menginginkan sesuatu, saya berusaha (sambil berdoa), waktu berjalan, tik tok tik tok, hasil keluar. Saya berhasil, saya mendapatkan apa yang saya mau. Saya berterima kasih kepada siapa yang dipanggil Tuhan. Padahal yang mau kan saya, yang berusaha kan saya. Kok makasih dan bersyukurnya sama tuhan? Akal-akalan lagi kan.
Coba lagi ya, saya mau sesuatu, saya berusaha (sambil berdoa lagi), waktu lagi-lagi berjalan, tik tok tik tok, hasil keluar. Saya gagal, saya tidak menemukan apa yang saya idam-idamkan diatas meja kamar saya. Saya terpuruk. Awalnya nyalahin Tuhan, tapi ujung-ujungnya mencoba berpikir positif, dan berpikir bahwa Tuhan sudah menyiapkan yang lebih baik. Tahu darimana sih kamu kalau apa yang kamu dapat sekarang itu jauh lebih baik dari sebelumnya yang seharusnya kamu inginkan? Itu cuma pembenaran para ahli agama.
"Tuhan itu tidak ada,
yang ada itu cuma kita
kita para manusia"
Satu manusia, satu Tuhan. Mereka punya perintah masing-masing akan apa yang akan dilakukan yang berarti mereka mempunyai full aturan dan kemauan sendiri baik dari lahir, sampai mati.
Bahkan bernapas pun menjadi suatu pilihan, bekerjanya organ tubuh? itu juga menjadi pilihan, mereka bisa kapan saja memberhentikannya. Semua hanya tentang kemauan. Suatu omong kosong yang diisi dengan omong kosong. IYA! kekosongan, pola pikir itu punya batas. berpikir saja terus, nanti juga berhenti.
Masih belum percaya juga kalau Tuhan itu hanya rekayasa manusia? Setiap saya menginginkan sesuatu, saya berusaha (sambil berdoa), waktu berjalan, tik tok tik tok, hasil keluar. Saya berhasil, saya mendapatkan apa yang saya mau. Saya berterima kasih kepada siapa yang dipanggil Tuhan. Padahal yang mau kan saya, yang berusaha kan saya. Kok makasih dan bersyukurnya sama tuhan? Akal-akalan lagi kan.
Coba lagi ya, saya mau sesuatu, saya berusaha (sambil berdoa lagi), waktu lagi-lagi berjalan, tik tok tik tok, hasil keluar. Saya gagal, saya tidak menemukan apa yang saya idam-idamkan diatas meja kamar saya. Saya terpuruk. Awalnya nyalahin Tuhan, tapi ujung-ujungnya mencoba berpikir positif, dan berpikir bahwa Tuhan sudah menyiapkan yang lebih baik. Tahu darimana sih kamu kalau apa yang kamu dapat sekarang itu jauh lebih baik dari sebelumnya yang seharusnya kamu inginkan? Itu cuma pembenaran para ahli agama.
"Tuhan itu tidak ada,
yang ada itu cuma kita
kita para manusia"
Desember 2012
Ngejer Nyeri ...
Lari pagi-pagi
ngotot mau ngejer matahari
meleng, tersandung tali,
kepeleset, jatuh, kena kawat berduri
Nyeri..
Bangun lagi
mencoba lari lagi
ujung-ujungnya paling jatuh lagi
udah deh, jangan aneh-aneh lagi
Hanya menghindari rasa nyeri lagi..
Kita itu harus bisa belajar kesalahan masa lalu
jangan cuma bisa ngeluh melulu
semua memang harus sakit dulu
mau melulu ngejer pilu?
Kamu enggak malu?..
Mau ngejer, silahkan ngejer, tapi jangan buru-buru,
Nyeri, yuk kita pergi..
Desember 2012
ngotot mau ngejer matahari
meleng, tersandung tali,
kepeleset, jatuh, kena kawat berduri
Nyeri..
Bangun lagi
mencoba lari lagi
ujung-ujungnya paling jatuh lagi
udah deh, jangan aneh-aneh lagi
Hanya menghindari rasa nyeri lagi..
Kita itu harus bisa belajar kesalahan masa lalu
jangan cuma bisa ngeluh melulu
semua memang harus sakit dulu
mau melulu ngejer pilu?
Kamu enggak malu?..
Mau ngejer, silahkan ngejer, tapi jangan buru-buru,
Nyeri, yuk kita pergi..
Desember 2012
proses pembakaran yang dilakukan oleh si
M. F. Riphat
hanya terjadi pada pukul
7:59 PM
Tidak ada komentar:
Mari Mar,
Ih hujan datang lagi, mengetuk jendela kamar saya yang penuh ragu yang bisu. Sabtu sore di bulan Desember, sangat wajar kalau hanya hujan yang peduli dengan hajat yang saya adakan. memang mau berharap apalagi? Mau ngotot minta rumput yang bergoyang menemani atau hanya sekedar kawan senda gurau? ah itu hanya rekayasa para penyanyi saja. Percuma dong dikasih otak sama Tuhan kalau hanya menjadi pajangan disamping tv tua yang sudah lusuh, berapa umurnya? hampir 25 tahun kalau tidak salah. konyol kan? Ide saya sihm coba di daur ulang jadi sepatu, naik pangkat dong? Dari cuma dilihati, sekarang udah berguna, walaupun hanya menjadi alas kaki. Ya mbok jangan terlalu banyak mau toh, manusia itu hakekatnya beranjak pelan-pelan. Kalau mau cepat itu ya jatuh kebawah.
Petikan gitar yang dimainkan tuan semut dipojok daun lembab itu terdengar sampai kedalam selimut, ya tanpa pikir panjang jidat ini heran dan mengkerut. Ha ha ha, bukan begitu maksud saya, hanya menyamakan huruf akhir saja. seperti semut, selimut, urut, jembut, rambut, kentut, ribut, dan berbagai perut lainnya yang berbuntut lembut.
Aduh, saya jadi rindu Bapak saya dan Alm. Ibu.
Ini saya mengeram dalam selimut seperti ayam yang keram, mengulik badan tergulung-gulung melar meliuk seperti ular, lama tidak olah badan, kapan jadi kekar ya, Mar.
Mari Mar, duluan ya Mar.
Desember 2012
Petikan gitar yang dimainkan tuan semut dipojok daun lembab itu terdengar sampai kedalam selimut, ya tanpa pikir panjang jidat ini heran dan mengkerut. Ha ha ha, bukan begitu maksud saya, hanya menyamakan huruf akhir saja. seperti semut, selimut, urut, jembut, rambut, kentut, ribut, dan berbagai perut lainnya yang berbuntut lembut.
Aduh, saya jadi rindu Bapak saya dan Alm. Ibu.
Ini saya mengeram dalam selimut seperti ayam yang keram, mengulik badan tergulung-gulung melar meliuk seperti ular, lama tidak olah badan, kapan jadi kekar ya, Mar.
Mari Mar, duluan ya Mar.
Desember 2012
proses pembakaran yang dilakukan oleh si
M. F. Riphat
hanya terjadi pada pukul
3:52 AM
Tidak ada komentar:
Selasa, 04 Desember 2012
Sembari Silaturahmi
Beberapa hari yang lalu saya diajak kerabat dekat untuk sedikit memamerkan kreasi Tuhan. Entah bagaimana caranya, hasilnya lumayan. Saya terpaku didepan kaca cembung yang sesekali mengeluarkan cahaya silau hanya dalam waktu sepersekian detik, hilang kembali. "satu...dua..." cahaya-hilang-cahaya-hilang. "okay, ganti", sesegera mungkin saya bergantian dengan yang lain, baik itu berganti baju, maupun berganti pose, tidak lupa berganti orang. Begitu terus dari pagi sampai sore.
Sesekali saya memijit tombol blackberry dan galaxy note saya, demi membunuh waktu, menunggu saatnya dipanggil. Ah, seperti lelaki panggilan saja.
Sslrp.. Saya menyeruput sisa kopi bersama ampas kopi yang hitam legam, pahit namun memaksa kerongkongan untuk menjadi candu. Sambil menoleh ke jam tangan, "sudah pukul 6 sore" ujar saya dalam hati. Tanpa basa basi, *mengambil tas* *masuk ke mobil* *menyalakan mesin* *meninggalkan lokasi*.
Perlahan, lenyap bayangannya.
Desember 2012
proses pembakaran yang dilakukan oleh si
M. F. Riphat
hanya terjadi pada pukul
10:22 PM
Tidak ada komentar:
Jumat, 23 November 2012
Urusan Kelamin
Lagi-lagi saya disini membahas kisah dua insan. Ya seperti layaknya tulisan orang kebanyakan, meringis pedih, terkekek karena kelucuan yang tidak wajar, rasa ingin tahu yang abnormal, dan sebagainya. Semua digodok didalam satu loyang. Biasanya si disebut karya tulis, padahal saya melihatnya hanya kumpulan kata-kata, melakukan gathering secara abstrak yang kebetulan, secara tidak sengaja, terlihat seperti sebuah cerita atau kalimat yang enak maupun tidak enak dibaca.
Kebiasaan manusia sejak dulu, sampai detik ini, mereka memberi kedok akan nafsu atau keinginan kelamin mereka, dengan 'cinta'. Ha ha ha iya, cinta. saya sendiri kadang mencoba berpikir positif, sama seperti ketika melihat rampok, mencoba berpikir positif, mereka merampok karena tuntutan hidup, dalam kisah laga bertahan hidup namanya. padahal jahat ya jahat saja. Cinta sendiri juga begitu, itu kedok, ajang penyaluran nafsu atau keinginan kelamin masing-masing individu untuk menikmati apa yang kamu, saya, dia, mereka, dan kita mau.
Bahkan lebih gilanya lagi adanya berbagai kategori dari produk rekayasa itu, dari cinta pada pandangan pertama, cinta satu malam, cinta sehidup semati, sampai berbagi cinta dengan yang muda, dengan yang bersahaja, Ha ha ha konyol sekali. Semua hanya rekayasa manusia yang di reka ulang selama berabad-abad lamanya tanpa sedikitpun diperbaharui atau bahkan di revisi demi mendapatkan hasil maksimal dengan seiring berjalannya waktu dan majunya teknologi.
Sudah semakin pagi, secangkir kopi yang sejak tiga jam yang lalu sudah saya isi dua kali, kembali kosong, hanya sisa ampas didasar cangkir yang menghitam pekat, seperti rekayasa cinta remaja bodoh demi menutupi hasrat seksualnya. Cinta monyet katanya, padahal mereka hanya memuaskan keinginan kelamin mereka yang memang sudah waktunya melewati tingkat kedewasaan tertentu, sayangnya mereka terkekang hingga akhirnya menafkahi kehausan yang dialami kelamin masing-masing menjadi suatu keharusan, ajang menabung dosa menjadi kompetisi baru di komplek perumahan tempat tinggal mereka.
Meskipun tidak sedikit yang berusaha keras untuk melawan arus sungai yang airnya sudah ribuan tahun mengalir ke arah yang itu-itu saja, tapi banyak mereka yang gagal, bahkan yang malas mengikuti arus dan hanya bercita-cita untuk loncat, keluar dari sungai saja, banyak yang gagal. Ujung-ujungnya apa? iya ketika mereka menemui derasnya air terjun diakhir perjalanan, mereka tau semua hanya akan mati dalam penyesalan, karena dibawah hanya ada kubangan dangkal penuh batu yang sudah siap memecahkan batok kepala masing-masing korban.
Ketika hari baru dimulai, matahari mulai mengintip sedikit demi sedikit, mungkin malu untuk langsung melompat dan memberikan terik yang sangat dibenci beberapa kelompok, merasa tahu diri, jadinya mengintip dan nongol pelan-pelan. Pagi itu semua terlihat berbondong-bondong mengantri berdesakan demi mendapatkan topeng senyum untuk menutupi keterpurukan yang dijanjikan si ketua. Harapan mereka terlalu tinggi, menutup luka dan membiarkannya kering dalam balutan perban. Bagaimana keringnya kalau tidak pernah kena angin?
Mau tau hal paling konyol dari komat kamit saya dari tadi? Saya bagian dari mereka, termasuk kamu.
Langganan:
Postingan (Atom)




