Mungkin ini hanya sebuah tulisan. Mungkin ini juga sebuah kiasan. Sebuah kemungkinan yang tertulis tanpa alasan. Mungkin aku hanya ingin menulis tanpa pesan. - M. F. Riphat
Tulang Punggung
Aku mempunyai rasa tarik menarik dengan tubuh bagian belakang wanita. Terutama mereka yang baru saja meniduri raga ini yang haus akan tubuh mereka sendiri - M. F. Riphat
Jumat, 21 Oktober 2011
pemerhati sutra
Untuk mereka yang merasa, biarlah saya meminta maaf atas segala hal yang memilukan hati. Terima kasih atas pelajaran yang ada, Tuhan.
proses pembakaran yang dilakukan oleh si
M. F. Riphat
hanya terjadi pada pukul
4:09 AM
Tidak ada komentar:
Senin, 17 Oktober 2011
Karena Mu
Karena mu aku produktifKarena mu aku puitis
Karena mu aku terus menulis
Karena mu aku berinisiatif
Aku tau apa itu merindu karena mu
Aku tau apa itu cemburu karena mu
Aku tau apa itu bercumbu karena mu
Aku tau apa itu kelabu karena mu
Aku terpaku dengan mu bukan karena cinta mu melainkan karena mu
Aku mencintaimu bukan karena dadu hidup mu melainkan karena mu
Aku berlaku rancu bukan karena ragu mu melainkan karena mu
Aku terbelenggu dengan mu bukan karena lika liku mu melainkan karena mu
Karena mu, aku bersepatu baru
Aku malu mengungkapkan "aku cinta pada mu"
Maka dari itu aku berpuisi untuk mu dan aku menyebut itu "karena mu"
Untuk kamu,
Karena mu, aku mencintai mu
Okt 2011
proses pembakaran yang dilakukan oleh si
M. F. Riphat
hanya terjadi pada pukul
12:42 AM
Tidak ada komentar:
Memo kecil didalam saku kemeja ku
RT @indistinctpoet: Aku lebih mencintai mata ku maupun seluruh indera ku daripada kamu. Karena tanpa itu, aku tak akan tau kehadiran mu
RT @indistinctpoet: Tuhan, lebih baik aku terus bermimpi saja, lagipula bukankah hidup ku didunia ini pun hanya fana?
RT @indistinctpoet: malam ini aku sungguh mengantuk, yang ingin aku lakukan hanya memandang mu, dan memeluk
RT @indistinctpoet: Setiap pagi, aku bertani, menanak nasi. Ketika malam, aku mati di dalam hati. Aku ingin teriak "BABI" untuk hidupku ini
RT @indistinctpoet: Selama ini, kamu mengabaikan ku seperti air mani yang ku abaikan ketika memikirkan mu.
RT @indistinctpoet: Aku rindu dengan cinta mu, aku rindu dengan bau badan mu, aku rindu dengan bibir mu yang memerah ungu
Dikutip dari kumpulan tweets account twitter @indistinctpoet
RT @indistinctpoet: Tuhan, lebih baik aku terus bermimpi saja, lagipula bukankah hidup ku didunia ini pun hanya fana?
RT @indistinctpoet: malam ini aku sungguh mengantuk, yang ingin aku lakukan hanya memandang mu, dan memeluk
RT @indistinctpoet: Setiap pagi, aku bertani, menanak nasi. Ketika malam, aku mati di dalam hati. Aku ingin teriak "BABI" untuk hidupku ini
RT @indistinctpoet: Selama ini, kamu mengabaikan ku seperti air mani yang ku abaikan ketika memikirkan mu.
RT @indistinctpoet: Aku rindu dengan cinta mu, aku rindu dengan bau badan mu, aku rindu dengan bibir mu yang memerah ungu
Dikutip dari kumpulan tweets account twitter @indistinctpoet
proses pembakaran yang dilakukan oleh si
M. F. Riphat
hanya terjadi pada pukul
12:36 AM
Tidak ada komentar:
pelaku poligami
Dia si pria flamboyanTampilan nya menawan, penghasilan nya lumayan
Dia menatap eksotis
Setiap gadis melihat nya, mereka tersenyum manis
Dia bicara rindu
Setiap gadis yang ia cumbu, mereka salut terharu
Dia si pemalu
Dia merasa malu ketika satu gadis tau bahwa gadis lain menginginkan ia si pemalu
Dia menikah lebih dari dua belas kali, tidak pernah bercerai, dan pemelihara para istri
Dia cinta berbagi
Baik berbagi rezeki demi menjaga gengsi, maupun berbagi air mani dengan para istri
Dia penganut poligami, suami dengan banyak istri
"Sedikit dedikasi untuk pecinta poligami"
Okt 2011
proses pembakaran yang dilakukan oleh si
M. F. Riphat
hanya terjadi pada pukul
12:35 AM
Tidak ada komentar:
Senin, 10 Oktober 2011
Aku baru saja membuka lemari dan menyematkan kain bekas almarhumah ibu ku di bahu kanan ku, pagi tadi.
Bersyukur dalam rasa pasrah
Dibawah hangatnya selimutku, aku merenung dalam kelaparan. Menipu lubang hidung dan kedua belah pipi ku.
Meskipun sudah tidak ada lagi kehadiran satu sendok makan madu yang biasa ibu ku berikan di sebelum tidur ku setiap malam, aku tetap beradu. Beradu haru dengan baju lusuh ku.
Rasa nyeri di kepala ini, menemani dari pagi sampai pagi lagi. Tanpa sedikitpun berhenti, pola pikir ku, mati suri.
Aku terpaku dalam keterpurukan ku.
Meliput bahu mu dari ujung batang bambu, menyinari hidup ku yang biru. Walaupun sebenarnya aku lebih malu dari ujung lubang celana setengah kaki yang kamu kenakan waktu itu.
Jempol kiri ku, mengacung terbalik untuk warna warni hidup ku.
Semua tentang aku, ah jadi malu.
Disini, aku tidak menghasilkan apa-apa
Disini, aku tidak bertindak apa-apa
Disini, aku tidak berarti apa-apa
Tapi aku,
Disini, aku hanya bersyukur dalam rasa pasrah.
Okt 2011
Jumat, 07 Oktober 2011
Memo kecil didalam saku kemeja ku
RT @indistinctpoet: Bila aku tua suatu ketika, ingatlah aku pernah berjaya saat muda. Aku pula pernah merana tapi mereka tetap terpesona.
RT @indistinctpoet: Selama ini, kamu mengabaikan ku seperti air mani yang ku abaikan ketika memikirkan mu.
RT @indistinctpoet: Kalau saja aku bisa, aku ingin membunuh mu. Iya, kamu si masalah ku.
RT @indistinctpoet: Jika aku mati nanti, kenanglah aku, si dia yang menikahi pilu dengan senang hati.
RT @indistinctpoet: Setiap pagi, aku bertani, menanak nasi. Ketika malam, aku mati di dalam hati. Aku ingin teriak "BABI" untuk hidupku ini.
RT @indistinctpoet: Aku mungkin pendosa, tapi bukankah Tuhan itu sempurna?
Dikutip dari kumpulan tweets account twitter @indistinctpoet
RT @indistinctpoet: Selama ini, kamu mengabaikan ku seperti air mani yang ku abaikan ketika memikirkan mu.
RT @indistinctpoet: Kalau saja aku bisa, aku ingin membunuh mu. Iya, kamu si masalah ku.
RT @indistinctpoet: Jika aku mati nanti, kenanglah aku, si dia yang menikahi pilu dengan senang hati.
RT @indistinctpoet: Setiap pagi, aku bertani, menanak nasi. Ketika malam, aku mati di dalam hati. Aku ingin teriak "BABI" untuk hidupku ini.
RT @indistinctpoet: Aku mungkin pendosa, tapi bukankah Tuhan itu sempurna?
Dikutip dari kumpulan tweets account twitter @indistinctpoet
proses pembakaran yang dilakukan oleh si
M. F. Riphat
hanya terjadi pada pukul
9:35 PM
Tidak ada komentar:
Langganan:
Postingan (Atom)




